Halaman

Sabtu, 05 April 2014

ASUHAN KEPERAWATAN TIPOID




LAPORAN AKHIR
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA Ny. E DENGAN DIAGNOSA MEDIS TIPOID
DI UPTD PUSKESMAS PANUMBANGAN
KABUPATEN TASIKMALAYA

Di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas praktek kerja lapangan




 
                                                             



Disusun oleh :
Eva Haenipa Toyibah
                     10. 1112. 0207

YAYASAN ADHI GUNA KENCANA
SMK BHAKTI KENCANA CIAWI
TASIKMALAYA

Jl. Raya Pakemitan Kidul KM. 20 Ds. Sukaresmi No. 19 Tlp (0265) 455111






LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKHIR
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA Ny. E DENGAN DIAGNOSA MEDIS TIPOID
DI UPTD PUSKESMAS PANUMBANGAN
KABUPATEN TASIKMALAYA












Pembimbing Akademik
 



Kaprodi Keperawatan

 



Tatang Koswara, SKM., S.Kep
 



Neneng Siti Rukoyah, S.Kep 
 
 



Mengesahkan,
Kepala Sekolah
SMK BHAKTI KENCANA CIAWI


 
ASEP MAHMUD, S.Pd., M.Pd






KATA PENGANTAR

Puji syukur dengan kehadirat Alloh SWT yang maha esa, karena dengan berkat dan rahmat - Nya maka penulis dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “Asuhan Keperawatan Pada Ny. E Dengan Diagnosa Medis Tipoid”.

Dimana dalam menyusun laporan ini banyak hambatan dan tantangan yang di hadapi oleh penulis, tetapi dengan kesabaran hati maka akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan dengan baik.

 Penulis tahu bahwa penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, maka penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.



28 April 2013

                    Penulis


DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN............................................................................  i
KATA PENGANTAR ................................................................................      ii
DAFTAR ISI ...............................................................................................      iii
BAB I PENDAHULUAN
A.     Definisi .....................................................................................      1
B.     Etiologi .....................................................................................      1
C.     Tanda dan Gejala ......................................................................      1
D.     Patofisiologi ..............................................................................      1
E.      Data Fokus ................................................................................      3
F.      Data Penunjang .........................................................................      3
G.     Riwayat Kesehatan ...................................................................      3
H.     Masalah yang mungkin muncul ................................................      3
I.        Intervensi dan Rasional .............................................................      3
J.       Daftar Pustaka ..........................................................................       4
BAB II LAPORAN KASUS
A.       Pengkajian ................................................................................      5
B.        Pemeriksaaan Fisik ...................................................................      6
C.        Pemeriksaaan Penunjang ...........................................................     8
D.       Terapi Sesuai Advis Dokter ......................................................      8
E.        Analisis Data .............................................................................      9
F.         Diagnosa Keperawatan .............................................................      9
G.       Intervensi, Rasional, Implementasi, Evaluasi ............................    10

BAB III PENUTUP
A.     Kesimpulan..................................................................................            12
B.     Saran...........................................................................................             12 

DAFTAR PUSTAKA 





BAB I
PENDAHULUAN
A.     Definisi
Tipoid adalah infeksi usus halus yang di sebabkan oleh salmonella Thypi. Sinonim dari penyakit ini adalah tipus dan paratipoid. Tipus abdominalis adalah penyakit infeksi yang mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari satu minggu, sedangkan demam paratipoid menunjukan gejala yang sama dengan tipoid namun biasanya lebih ringan.

B.     Etiologi
Etiologi Tipoid adalah Salmonella Thypi. Sedangkan demam paratipoid disebabkan oleh salmonella enteritidis.

C.     Tanda dan Gejala
1.      Demam
2.      Vertigo
3.      Nyeri Otot
4.      Anorexia
5.      Mual
6.      Vomitus
7.      Diare / Konstipasi
8.      Perasaan tidak enak di perut
9.      Batuk
10.  Epitaksis

Menyusul gejala Khusus lainnya :
Minggu ke 1 : Terjadi demam remiten, biasanya menurun pada pagi hari, dan demam meningkat pada sore dan malam hari.
Minggu ke 2  : Demam terus, bradikardi, lidah kotor di tengah dan ujung lidah merah, tremor, meteorismus, gangguan samnolen sampai koma.
Minggu ke 3  : Demam mulai turun secara berangsur.

D.     Patofisiologi
Penularan salmonella thypi dapat ditularkan dengan berbagai cara yang dikenal dengan 5 F yaitu:
1.      Food
2.      Fingers
3.      Vomitus
4.      Fly
5.      Feaces



             Skema Patofisiologi Tipoid

             Makanan yang terkontaminasi


 



                    Dimakan  
 


                Sampai di lambung dan usus


 



                Menembus mukosa usus


 



                Masuk Peredaran limfe


 



                 Menyebar ke seluruh tubuh


 
Ikut ke sistem peredaran darah

     Masuk ke pembuluh darah

Kuman mengeluarkan endotoksik

Masuk ke usus

                  Re - infeksi usus
                                                                           

                             Tipus


E.      Data Fokus
1.      Ds : Klien mengatakan demam tinggi
Do : Suhu tubuh klien mencapai 38 0 celcius
2.      Ds : Klien mengatakan tidak nyaman dengan kondisi badannya yang kotor
Do : Klien terlihat kusut dan kotor.

F.      Data Penunjang
1.      Pemeriksaan laboratorium ( darah tepi )
Dapat ditemukan leukopenia, anemia, trombositopenia, limfositosis.
2.      Biakan empedu basil salmonella thypi ditemukan darah, penderita biasanya dalam seminggu pertama sakit.

G.     Riwayat Kesehatan
1.      Keluhan Utama
Biasanya klien mengeluh demam atau nyeri ulu hati.
2.      Riwayat Kesehatan Sekarang
Klien biasanya nyeri ulu hati atau demam dan di uraikan ke dalam PQRST.
3.      Riwayat Kesehatan Dahulu
Apakah klien sebelumnya pernah mengalami penyakit yang sama di derita klien saat ini?
4.      Riwayat Kesehatan Keluarga
Apakah ada di keluarga klien mengalami penyakit seperti yang di derita klien?

H.     Masalah yang mungkin muncul
1.      Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi salmonella thypi
2.      Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan hipertermi
3.      Gangguan kebutuhan personal hygine berhubungan dengan kelemahan dan bed rest total.

I.        Intervensi dan Rasional
Diagnosa I
Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi salmonella thypi.

Intervensi
Berikan kompres hangat pada Aksila atau kepala.

Rasional
Pemberian kompres hangat dapat merangsang penurunan suhu tubuh.

Diagnosa II dan III 
Gangguan rasa nyaman (Kebutuhan tidur dan istirahat) berhubungan dengan hipertermi dan gangguan kebutuhan personal hygine berhubungan dengan kelemahan dan bed rest total.

Intervensi                
-    Pertahankan tempat tidur bersih dan nyaman.
-    Kebersihan diri (Cuci rambut, gosok gigi, gunting kuku, mandi).

Rasional              
Tempat tidur yang nyaman dapat memberikan kenyamanan dalam istirahat dan tidur klien dan kebersihan diri memberikan rasa nyaman, bersih dan segar.



BAB II
LAPORAN KASUS

A.     PENGKAJIAN
1.    Pengumpulan data
a.       Identitas Klien
Nama                             : Ny. E
Umur                                   : 32 Tahun
Jenis Kelamin                      : Perempuan
Pendidikan                          : SMP
Pekerjaan                             : Ibu Rumah Tangga
Agama                                 : Islam
Suku / Bangsa                      : Sunda / Indonesia
Status Perkawinan               : Kawin
Diagnosa Medis                   : Tipoid
Alamat                                 : Jayagiri, Banjarsari
Tanggal Masuk Puskesmas  : 23 Maret 2013, hari sabtu, pukul 08. 00 WIB
Tanggal Pengkajian              : 1 April 2013, Hari Senin, Pukul 10. 14 WIB
No. CM                               : 0332
b.      Identitas Penanggung Jawab
Nama                                   : Tn. I
Umur                                   : 34 Tahun
Jenis Kelamin                      : Laki - laki
Pendidikan                          : SMA
Pekerjaan                             : Wiraswasta
Hubungan Dengan Klien     : Suami
Alamat                                 : Jayagiri, Banjarsari.


2.    Keluhan Utama
 Klien mengatakan nyeri ulu hati.

3.    Riwayat Penyakit
a.       Riwayat Penyakit Sekarang
                          Pada saat dilakukan pengkajian pada klien tanggal 1 April 2013, hari senin, pukul 10. 14 WIB, klien mengeluh nyeri ulu hati, nyeri menyebar pada perut bagian atas, nyeri yang di rasakan klien seperti di tusuk - tusuk jarum, klien tampak meringis kesakitan ketika perut klien di tekan pada bagian atas, hal yang memperberat nyeri ketika melakukan aktivitas, dan hal yang dapat megurangi nyeri ketika sedang beristirahat, skala nyeri : 4
b.      Riwayat Penyakit Dahulu
Klien mengatakan bahwa klien sebelumnya tidak pernah mempunyai penyakit yang di derita klien saat ini.
c.       Riwayat Penyakit Keluarga
Klien mengatakan bahwa di keluarganya tidak mempunyai riwayat penyakit keturunan seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes millitus, dll, dan tidak mempunyai penyakit menular seperti HIV AIDS, TBC, Hepatitis, dll.

B.     PEMERIKSAAN FISIK
1.      Kesadaran                                : Compos Mentis ( CM )
2.      Penampilan umum                   : Klien tampak kotor dan kusut
3.      Berat badan dan tinggi badan   : 57 kg dan 163 cm
4.      Pemeriksaan tanda - tanda vital
-          Tekanan darah                   : 110 / 80 mmHg
-          Nadi                                   : 82 x / menit
-          Respirasi                            : 22 x / menit
-          Suhu                                  : 36 0 celcius
5.      Pengkajian Head To Toe
a.       Kepala
            Distribusi rambut merata, rambut terlihat kotor, warna rambut hitam, rambut pendek, kulit kepala tidak ada benjolan, tidak ada lesi, hal ini terbukti saat melakukan palpasi pada kepala klien.
b.      Mata
Bentuk kedua mata simetris, warna konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, penglihatan normal hal ini terbukti saat memperlihatkan papan nama dengan jarak 30 cm dan klien dapat membaca tulisan pada papan nama tersebut, kedua pupil normal hal ini dapat terbukti saat kedua pupil klien di beri sinar penlight di jauhkan, pupil membesar dan ketika sinar penlight di dekatkan pada kedua pupil, pupilnya mengecil, kemampuan membedakan warna normal, hal ini terbukti saat klien diperintah untuk menyebutkan warna dari meteran dan warna dari penlight, klien menjawab dengan benar, gerak bola mata normal terbukti saat klien di perintah untuk menggerakan bola matanya sesuai arah penlight, cek lapang pandang normal, tidak ada lesi maupun benjolan di kelopak mata hal ini terbukti saat di palpasi, bulu mata dan alis mata ada.
c.       Telinga
Kedua telinga bentuknya simetris, tidak ada serumen di telinga kiri dan kanan terbukti saat di sinari dengan penlight dengan cara inspeksi, tidak ada lesi maupun benjolan hal ini terbukti saat di palpasi dan inspeksi, pendengaran klien normal terbukti saat klien di tanya, klien dapan merespon dan menjawab pertanyaan dengan benar, dan dengan di dekatkan jam tangan pada telinga klien, klien mendengar suara detakan dari jarum jam tangan.
d.      Hidung
            Bentuk hidung simetris ( inspeksi), tidak ada lesi maupun benjolan (inspeksi dan palpasi), cuping hidung kotor, tidak ada nyeri tekan (palpasi), penciuman normal hal ini terbukti saat klien diperintah untuk mencium bau minyak wangi.
e.       Mulut
            Kedua bentuk bibir simetris, warna bibir agak merah pucat, mulut tampak kotor dan bau, gigi lengkap dan rapi, tidak ada karies pada gigi, tidak ada lubang - lubang pada gigi (inspeksi dengan menggunakan penlight), lidah berwarna putih agak kemerahan, tidak ada nyeri tekan pada lidah ( menggunakan tongue spatel), tidak ada benjolan pada gusi, gusi berwarna merah muda (inspeksi), kemampuan mengunyah normal saat di perintah.
f.       Leher
Bentuk leher simetris, dan kotor, teraba nadi karotis (palpasi), tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tiroid, kemampuan pergerakan leher baik terbukti saat di perintah menggerakan leher ke kiri dan kanan, adanya reflek menelan (palpasi) terbukti saat di perintah untuk menelan.
g.       Dada
            Kedua bentuk dada simetris dan kotor  ekspansi dada seimbang, tidak ada benjolan maupun lesi, ada nyeri tekan pada dada sebelah terbukti saat di palpasi, bunyi jantung reguler terbukti saat auskultasi menggunakan stetoskop, irama jantung lub dub, tidak ada suara nafas tambahan saat ekspirasi dan inspirasi.
h.      Ketiak
            Ketiak tampak kotor (inspeksi), tidak ada lesi maupun benjolan (palpasi).
i.        Abdomen
Bentuk abdomen datar dan tampak kotor, ada nyeri tekan pada abdomen bagian atas, bising usus normal terbukti saat di auskultasi abdomen menggunakan stetoskop, bising usus 9 x / menit, tidak ada lesi maupun benjolan (inspeksi dan palpasi).
j.        Punggung
Bentuk punggung simetris dan tampak kotor, dan tidak ada lesi maupun benjolan.
k.      Genetalia
Tidak Terkaji
l.        Kulit
            Kulit tampak kotor, warna kulit sawo matang, turgor kulit menurun, terbukti saat kulit di cubit, kulit klien terlihat berwarna putih dan saat di lepaskan lagi kurang dari 3 detik, kulit klien agak lambat kembali merah, tidak ada lesi maupun benjolan.
m.    Kuku
            Kuku terlihat kotor dan panjang, pengisian cafilary refill time kembali dengan baik, terbukti saat ditekan kuku dan cafilary refill time kembali kurang dari 2 detik.
n.      Ekstremitas atas
            Kedua tangan simetris sama panjang, tampak kotor, kedua jari -jari tangan lengkap ada 10, ada nyeri tekan pada tangan sebelah kanan karena terpasang infus, adanya reflek bisep dan trisep baik terbukti saat dikaji menggunakan refleks hummer, tidak ada oedem pada tangan kiri dan kanan.
      Kekuatan otot :
3
3



o.      Ekstremitas bawah




                   


3
4

  

Kedua kaki klien simetris, kedua jari kaki lengkap ada 10, tidak ada nyeri tekan pada kedua kaki, adanya reflek patela terbukti saat diperkusi patela dengan menggunakan refleks hummer, ada refleks pada jari - jari kaki kiri dan kanan, adanya reflek babinski, terbukti saat refleks hummer bagian ujungnya di sentuhkan pada telapak kaki dekat jempol lalu di putar sesuai dengan bentuk telapak kaki, reflek achilles baik terbukti saat di perkusi dan di putar, ada reflek pada jari - jari kaki, tidak ada oedem pada kaki kiri dan kanan.
Kekuatan otot :


C.     PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak Terkaji

D.     TERAPI SESUAI ADVIS DOKTER
1.      Antasid                  3 x 1
2.      Parasetamol           3 x 1

E.      ANALISA DATA
No
Data
Etiologi
Masalah
1.
Ds  : Klien mengatakan  nyeri ulu hati.

Do : Klien tampak meringis kesakitan sambil memegang perut bagian atas dan ada nyeri tekan pada perut bagian atas.
Erosi dinding lambung


 


Infeksi
 


Peningkatan asam lambung


 


Nyeri


Gangguan rasa nyaman nyeri

Gangguan rasa nyaman nyeri
2.
Ds : Klien mengatakan tidak nyaman dengan tubuhnya yang kotor dan kusut.

Do : Badan klien tampak kotor, rambut tampak kotor, mulut klien kotor dan bau, kuku klien kotor dan panjang.
Kelemahan fisik


 


Bed rest total
           

Kebutuhan personal hygine tidak terpenuhi


 


Defisit personal hygine
Defisit personal hygine


F.      DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan peningkatan asam lambung.
2.      Defisit personal hygine berhubungan dengan kelemahan dan bed rest total.
 
G.     INTERVENSI, RASIONAL, IMPLEMENTASI, EVALUASI
No.
Diagnosa Keperawatan
Perencanaan
Implementasi
Evaluasi
Tujuan
Intervensi
Rasional
1.
Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan peningkatan asam lambung.

Ds  : Klien mengatakan  nyeri ulu hati.

Do : Klien tampak meringis kesakitan sambil memegang perut bagian atas dan ada nyeri tekan pada perut bagian atas.
Setelah dilakukan tindakan selama 1 x 24 jam, diharapkan nyeri yang dirasakan klien berkurang dengan kriteria hasil :
- Klien tidak nyeri ulu hati atau nyeri ulu hati dapat berkurang.
- Klien tidak meringis kesakitan.
- Observasi tanda  - tanda vital
- Lakukan teknik distraksi nyeri

- Untuk mengetahui perkembangan kesetabilan tanda - tanda vital
- Melakukan distraksi nyeri untuk mengurangi rasa nyeri pada ulu hati.

Pada tanggal  23 April 2013, hari sabtu, pukul 08. 00 WIB
-Mengobservasi
tanda - tanda vital dengan hasil :
Tekanan darah :
 110 / 80 mmHg
Nadi :  82 x / menit.
Respirasi : 22 x / menit .
Suhu :  36 0 celcius.
- Melakukan distraksi nyeri pada klien dengan cara relaksasi, klien di perintah untuk tarik nafas, tersenyum pada klien.

S :Klien mengatakan yeri ulu hati  sedikit berkurang.
O :Klien tampak masih sedikit meringis kesakitan.
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
2.
Gangguan pemenuhan kebutuhan personal hygine berhubungan dengan kelemahan fisik dan bed rest total.


Ds : Klien mengatakan tidak nyaman dengan tubuhnya yang kotor dan kusut.

Do : Badan klien tampak kotor, rambut tampak kotor, mulut klien kotor dan bau, kuku klien kotor dan panjang.
Setelah dilakukan tindakan selama 1 x 24 jam diharapkan dapa mencapai kriteria :
-Badan terlihat bersih.
- Rambut klien bersih.
-Mulut bersih dan tidak bau.
-Kuku klien terlihat bersih dan pendek.
- Waslap badan klien
- Cuci rambut klien
- Gosok gigi klien
- Potong kuku klien.

- Agar badan klien tampak bersih dan segar.
- Mulut klien bersih segar, dan tidak bau.
- Menjaga kebersihan rambut klien
- Menjaga kebersihan kuku, terbebas dari mikroorganisme.

Pada tanggal 1 Maret 2013,  hari senin, pukul 11. 00 WIB,
- Menganjurkan pada klien untuk menjaga kebersihan diri.
S : klien mengatakan badanya merasa tidak nyaman dengan keadaan yang kusut dan kotor
O : Badaan klien tampak kotor, rambut klien kotor, mulut klien kotor dan bau, kuku klien panjang dan kotor
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi

BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Tipoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Salmonella thypi. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting terutama di negara berkembang.
B.     Saran
Adapun saran penulis kepada para pembaca adalah hendaknya menjaga dan membiasakan hidup dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti menjaga kebersihan perorangan dengan selalu mencuci tangan dan memakai sabun setelah memegang sesuatu dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.
Cuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum menyediakan atau memakan makanan, setelah membuang sampah, memegang bahan mentah atau setelah buang air besar. Selalu makan - makanan yang sehat dan jika terpaksa makan di kedai pilih kedai yang bersih, tutup semua makanan dan minuman agar tidak dihinggapi lalat.


 Daftar Pustaka

1.      Netisha, Sandra M. Pedoman praktek keperawatan, edisi 3 Jakarta, 2000.
2.      http://www.medicastore.com ( tidak diterbitkan ).
3.   Smeltzer Suzanne. Buku ajar keperawatan medikal bedah, edisi 3 Jakarta, 2000.



THANKS FOR ATTENTION ^_^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar