LAPORAN AKHIR
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. S
DENGAN DIAGNOSA MEDIS DENGUE HEMORAGIC FEVER
DI RUANG PERAWATAN UMUM RUMAH SAKIT ISLAM Hj. SITI MUNIROH
TASIKMALAYA
Di ajukan untuk memenuhi salah satu
tugas praktek kerja lapangan
Disusun Oleh :
Eva Haenipa
Toyibah
10. 1112.
0207
YAYASAN
ADHI GUNA KENCANA
SMK
BHAKTI KENCANA CIAWI
TASIKMALAYA
Jl.
Raya Pakemitan Kidul
km. 20 Desa Sukaresmi no. 19 A Tlp (0265) 455111
LEMBAR
PENGESAHAN
LAPORAN AKHIR ASUHAN
KEPERAWATAN PADA An.
S DENGAN DIAGNOSA MEDIS DENGUE HEMORAGIC FEVER DI
RUANG
PERAWATAN UMUM RUMAH SAKIT ISLAM Hj. SITI MUNIROH
TASIKMALAYA
Pembimbing
Akademik Kaprodi Keperawatan,
Ayi
Luqmanul
Hakim, AMK Neneng
Siti Rukoyah, S.Kep
Mengesahkan,
Kepala Sekolah
SMK BHAKTI KENCANA CIAWI
Asep Mahmud, S.Pd., M.Pd
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi kami kesehatan, kesempatan
dan kemauan sehingga saya dapat menyelesaikan tugas “Asuhan Keperawatan Pada An. S Dengan Diagnosa Keperawatan Dengue
Hemoragic Fever Di Ruang Perawatan Umum Rumah Sakit Islam Hj. Siti Muniroh”. Penulisan
laporan ini
bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas praktek kerja lapangan.
Penulis
mengucapkan terimakasih kepada orang tua yang turut membantu hingga laporan ini dapat
terselesaikan. Terlepas dari semua itu, penulis menyadari bahwa penulis merupakan manusia
yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Selain itu penulis juga mempunyai
keterbatasan kemampuan, maka dari itu penulis bersedia menerima kritik dan saran dari
pembaca, agar laporan ini menjadi lebih baik.
12 Mei 2013
Penulis
DAFTAR
ISI
LEMBAR
PENGESAHAN ......................................................................................... i
KATA
PENGANTAR .......................................................................................... ...... ii
DAFTAR
ISI ........................................................................................................ ...... iii
BAB I : PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang ............................................................................................. 1
B.
Rumusan
Masalah ........................................................................................ 1
C.
Tujuan
Penelitian ......................................................................................... 1
D.
Manfaat
Penelitian ....................................................................................... 1
E.
Metode
Penulisan ......................................................................................... 1
F.
Sistematika
Penulisan ................................................................................... 2
BAB II : TINJAUAN TEORITIS
A.
Definisi
Demam Berdarah Dengue .............................................................. 4
B.
Etiologi
........................................................................................................ 4
C.
Tanda
Dan Gejala ........................................................................................ 4
D.
Patofisiologi
................................................................................................. 4
E.
Pemeriksaan
Penunjang ............................................................................... 5
F.
Data
Fokus ................................................................................................... 5
G.
Riwayat
Kesehatan ...................................................................................... 5
H.
Pemeriksaan
Fisik ........................................................................................ 6
I.
Diagnosa
Keperawatan, Intervensi, Rasional ..............................................6
J.
Daftar
Pustaka....................................................................................... ...... 8
BAB III : TINJAUAN KASUS
A.
Pengkajian
................................................................................................... 9
B.
Data
Biologis ............................................................................................... 10
C.
Pemeriksaan
Fisik ........................................................................................ 11
D.
Hasil
Pemeriksaan Laboratorium ................................................................. 14
E.
Terapi
Sesuai Advis Dokter ......................................................................... 15
F.
Analisa
Data ................................................................................................ 15
G.
Diagnosa
Keperawatan................................................................................. 15
H.
Intervensi,
Rasional, Implementasi, Evaluasi ............................................... 16
BAB IV : PEMBAHASAN
A.
Pengkajian
................................................................................................... 18
B.
Diagnosa
Keperawatan ............................................................................... 18
C.
Perencanaan
................................................................................................. 18
D.
Implementasi................................................................................................ 18
E.
Pelaksanaan
................................................................................................. 18
F.
Evaluasi
....................................................................................................... 18
BAB V : PENUTUP
A.
Kesimpulan ................................................................................................. 19
B.
Saran ........................................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Demam berdarah (DB)
atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan
penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat
serotipe virus dari genus flavivirus, famili flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada
proteksi silang dan wabah yang disebabkan
beberapa serotipe (hiper endemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan
kepada manusia oleh nyamuk Aedes Aegypti.
Penyakit Demam
Berdarah Dengue (DBD) bahasa medisnya disebut Dengue Hemoragic Fever (DHF)
adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan
nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopiktus menyebabkan gangguan pada pembuluh
darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan
perdarahan - perdarahan.
Kondisi masyarakat
saat ini masih banyak yang terkena demam berdarah dengue. Masyarakat masih
belum menyadari apa yang mereka lakukan yaitu dapat merugikan orang - orang
disekitarnya. Dari tahun ke tahun penderita penyakit demam berdarah dengue
semakin meningkat.
Penyakit demam
berdarah ini sangat penting untuk di bahas, karena banyak warga di Indonesia
yang masih menganggap penyakit ini adalah penyakit yang biasa. Terutama pada
anak - anak sering terkena demam
berdarah dengue.
B.
Rumusan masalah
a. Apa Pengertian demam
berdarah dengue ?
b. Apa saja etiologi
dari nyamuk Aedes Agypti?
c. Apa patofisiologi
demam berdarah dengue ?
C.
Tujuan Penelitian
a. Agar bisa mengetahui
gejala demam berdarah dengue yang dialami oleh para penderita penyakit ini.
b. Agar bisa mengetahui
cara pengobatan yang mudah dan praktis.
c. Agar bisa mencegah
datangnya penyakit demam berdarah dengue.
D. Manfaat penelitian
a. Bisa mengetahui gejala penyakit demam berdarah
b. Bisa mengetahui cara pengobatan yang praktis
dan mudah di dapat
c. Bisa mengetahui cara mencegah penyakit demam
berdarah
E.
. Metode Penulisan
Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode
observasi, dengan cara meneliti dan mencari tahu beberapa informasi dari
berbagai sumber serta informasi yang di dapat dari klien dengan diagnosa medis
demam berdarah.
F.
Sistematika Penulisan
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB
I : Pendahuluan
A.
Latar Belakang
B.
Rumusan Masalah
C.
Tujuan Penelitian
D.
Manfaat Penelitian
E.
Metode Penulisan
F.
Sistematika Penulisan
BAB
II : Tinjauan Teoritis
A.
Definisi Demam Berdarah Dengue
B.
Etiologi
C.
Tanda Dan Gejala
D.
Patofisiologi
E.
Pemeriksaan Penunjang
F.
Data Fokus
G.
Riwayat Kesehatan
H.
Pemeriksaan Fisik
I.
Diagnosa Keperawatan, Intervensi, Rasional
BAB
III : Tinjauan Kasus
A.
Pengkajian
B.
Data Biologis
C.
Pemeriksaan Fisik
D.
Hasil Pemeriksaan Laboratorium
E.
Terapi Sesuai Advis Dokter
F.
Analisa Data
G.
Diagnosa Keperawatan
H.
Intervensi, Rasional, Implementasi, Evaluasi
BAB
IV : Pembahasan
A.
Pengkajian
B.
Diagnosa
Keperawatan
C.
Perencanaan
D.
Implementasi
E.
Evaluasi
BAB
V : Penutup
A.
Kesimpulan
B.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB
II
TINJAUAN TEORITIS
A. DEFINISI
Demam
berdarah atau dengue hemoragic fever adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue
dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot, nyeri sendi, yang disertai dengan
ruam -
ruam dan leukopenia.
B.
ETIOLOGI
Etiologi demam
berdarah yaitu dari
arbovirus melalui gigitan nyamuk Aedes Aigypty.
C.
TANDA
DAN GEJALA
Tanda dan
gejala Demam berdarah
yaitu :
1.
Meningkatnya
ketidakseimbangan suhu tubuh
2.
Vertigo
(pusing, sakit kepala)
3.
Kesadaran
menurun
4.
Epitaksis
(mimisan)
5.
Anoreksia (Nafsu makan berkurang)
6.
Batuk
7.
Vomitus
(Muntah)
8.
Nyeri
pada otot seluruh tubuh
9.
Denyut
nadi menurun.
D.
PATOFISIOLOGI
Ada 2
perubahan patofisiologi utama yang terjadi pada penderita
demam berdarah,
pertama adalah peningkatan permeabilitas yang meningkatkan kehilangan plasma,
keadaan ini mengakibatkan denyut nadi rendah, syok, bila kehilangan plasma sangat
membahayakan. Perubahan yang kedua adalah gangguan pada hemostatis yang
mencakup perubahan vaskular
dan trombosit.
E.
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Demam
berdarah dapat di
tegakkan melalui pemeriksaan :
1.
Golongan
darah.
2.
Rontgen
torak : adanya efusi pleura atau tidak.
3.
Darah
lengkap :
Hemokosentrasi, trombositopenia.
F.
DATA
FOKUS
Data Fokus dapat dilihat melalui
2 data yaitu :
Data Subjektif :
a.
Klien
mengatakan demam.
b.
Klien
mengatakan nafsu makan menurun.
c.
Klien
mengatakan mual, muntah.
d.
Klien
mengatakan batuk.
e.
Klien
mengatakan sering haus.
f.
Klien
mengatakan sakit kepala.
Data Objektif :
a.
Klien
tampak lemah.
b.
Bibir
klien tampak kering.
c.
Klien
terlihat muntah – muntah.
d.
Klien
batuk.
e.
Kulit
klien tampak adanya bintik -
bintik merah.
f.
Demam
ditandai dengan suhu tubuh meningkat mencapai 38 0 celcius.
G.
RIWAYAT
KESEHATAN
1.
Keluhan
Utama biasanya ditandai dengan suhu tubuh meningkat, ruam - ruam pada kulit, lemah.
2.
Riwayat
Kesehatan sekarang ( Kondisi klien saat dikaji atau diperiksa biasanya klien
mengeluh sakit perut, sakit kepala, nafsu makan menurun ).
3.
Riwayat
kesehatan dahulu ( Apakah
klien sebelumnya pernah mengalami penyakit demam berdarah ? ).
4.
Riwayat
kesehatan keluarga ( Apakah
keluarga klien ada yang menderita penyakit demam berdarah seperti yang di
derita klien ?).
H.
PEMERIKSAAN
FISIK
1.
Kepala
-
Muka
tampak merah.
-
Mata
di lihat pada konjungtiva.
-
Hidung
adanya epitaksis.
-
Mulut
adanya pendarahan pada gusi, bibir kering.
2.
Leher
dilihat adanya pembesaran kelenjar limfe.
3.
Dada,
paru - paru dan Torak adanya nafas cepat atau lambat, adanya suara nafas
tambahan atau tidak.
4.
Jantung : Irama
jantungnya normal, regular atau ireguler.
5.
Abdomen : Adanya nyeri tekan epigastrum.
6.
Ekstremitas : biasanya hangat, bisa dingin, nyeri sendi
atau otot.
I.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN, INTERVENSI & RASIONAL
|
No
|
Diagnosa Keperawatan
|
Intervensi
|
Rasional
|
|
1.
|
Peningkatan
ketidakseimbangan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.
|
ü Kaji suhu tubuh klien.
ü Beri kompres hangat pada kepala.
ü Berikan dan anjurkan klien
untuk minum sedikit tapi sering 1500 – 2000 cc / hari.
ü Anjurkan klien untuk menggunakan
pakaian yang tipis
|
ü Mengetahui kesetabilan suhu
tubuh, memudahkan intervensi.
ü Mengurangi panas dengan cara
konduksi, air
hangat dapat mengontrol pemindahan panas secara perlahan tanpa menyebabkan
hipotermi dan menggigil.
ü Untuk mengganti cairan tubuh yang
hilang.
ü Memberikan rasa nyaman dan
pakaian yang tipis dapat menyerap keringat dan tidak merangsang peningkatan
suhu tubuh.
|
|
2.
|
Resiko
gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan intake nutrisi yang tidak adekuat
akibat anoreksia
|
ü Kaji riwayat nutrisi termasuk
makanan yang disukai.
ü Observasi dan catat intake
makanan klien.
ü Berikan makan sedikit namun
sering.
ü Hindari makanan yang asam-asam.
|
ü Mempermudah intervensi dalam
memenuhi kebutuhan nutrisi.
ü Mengawasi intake kualitas
konsumsi makanan.
ü Keadekuatan nutrisi dan energi, mencegah distensi gaster.
ü Menurunkan distensi gaster dan
iritasi gaster.
|
J.
DAFTAR
PUSTAKA
2.
Hidayat,
Aziz Alimul A. 2006 pengantar
ilmu keperawatan anak jilid 2. Salemba medika. Jakarta.
BAB III
TINJAUAN KASUS
A. PENGKAJIAN
1.
Pengumpulan
data
a.
Identitas
Klien
Nama : An. S
Umur : 5 Tahun
Jenis
Kelamin : Laki - laki
Pendidikan : Tk
Pekerjaan : Belum
Bekerja
Agama : Islam
Suku / Bangsa : Sunda / Indonesia
Status
Perkawinan : Belum
Kawin
Diagnosa
Medis : Dengue
Hemoragic Fever
Alamat : Cibeber, RT /
RW 07 / 07 Sambong Jaya, Mangkubumi
Tanggal Masuk Rumah Sakit :
10 Mei 2013, Pukul 03.34 WIB
Tanggal Pengkajian : 11 Mei 2013, Pukul 14.00 WIB
No.
CM : 0662
b.
Identitas
Penanggung Jawab
Nama : Ny. L
Umur : 34 Tahun
Jenis
Kelamin : Perempuan
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Hubungan
Dengan Klien : Ibu Kandung
Alamat : Cibeber, RT /
RW 07 / 07 Sambong Jaya, Mangkubumi
2.
Keluhan
Utama
Ibu Klien mengatakan bahwa klien
demam .
3.
Riwayat
Penyakit
a. Riwayat Penyakit Sekarang
Pada
saat dilakukan pengkajian pada klien tanggal 11 Mei 2013, pukul 14.00 WIB, klien mengeluh demam, demamnya
menyebar ke seluruh tubuh, badan klien panas terbukti saat di palpasi, badan
klien panas seperti terbakar api, ibu
klien mengatakan bahwa demam yang di alami klien bertambah ketika menjelang
sore dan malam hari, demamnya berkurang ketika di kompres hangat dan di berikan
obat penurun panas.
b. Riwayat Penyakit Dahulu
Ibu
klien mengatakan
bahwa klien sebelumnya tidak pernah mempunyai penyakit yang di derita klien
saat ini.
c. Riwayat Penyakit Keluarga
Ibu
klien mengatakan
bahwa di keluarganya tidak mempunyai riwayat penyakit keturunan seperti
hipertensi, penyakit jantung, diabetes millitus, dll, dan tidak mempunyai penyakit menular
seperti HIV AIDS, TBC, Hepatitis, dll.
B. DATA BIOLOGIS
|
No
|
Kebutuhan
|
Sebelum
Sakit
|
Ketika Sakit
|
|
1.
|
Nutrisi
|
|
|
|
|
a.
Berat
badan / Tinggi badan
|
17 kg
/ 107 cm
|
16 kg / 107 cm
|
|
|
b.
Diit
Terakhir
|
Tidak terkaji
|
Bubur
|
|
|
c.
Kemampuan
Mengunyah
|
|
|
|
|
-
Mengunyah
|
Bisa
|
Bisa
|
|
|
-
Menelan
|
Bisa
|
Bisa
|
|
|
-
Bantuan
total / sebagian
|
Tidak ada
|
Sebagian
|
|
|
d.
Frekuensi
makan
|
3 x 1
hari
|
2 x 1hari
|
|
|
e.
Porsi
Makan
|
1
porsi
|
1 porsi
|
|
|
f.
Makanan
yang disukai
|
Makanan instan
|
Bubur
|
|
|
g.
Makanan
yang menimbulkan alergi
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
|
2.
|
Cairan
|
|
|
|
|
a.
Intake
|
|
|
|
|
-
Oral
Jenis
|
Air
putih
|
Air putih / susu
|
|
|
-
Jumlah
|
5
gelas
|
3 gelas
|
|
|
-
Bantuan
total / sebagian
|
Tidak ada
|
Sebagian
|
|
|
-
Intervensi
|
Tidak terkaji
|
Infuse / tts
|
|
|
-
Jenis
|
Air
putih
|
Ring as
|
|
|
-
Jumlah
|
5
gelas
|
500 cc
|
|
|
b.
Output
|
|
|
|
|
-
Suction
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
|
|
-
Drain
( Darah)
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
|
|
-
Muntah
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Eliminasi
|
|
|
|
|
a.
BAB
|
|
|
|
|
-
Frekuensi
|
1 x
sehari
|
1 x sehari
|
|
|
-
Warna
& Konsistensi
|
Kuning
/ lembek
|
Kuning
kecoklatan / lembek
|
|
|
-
Jumlah
|
100 gr
|
100 gr
|
|
|
-
Keluhan
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
|
|
-
Bantuan
Total / sebagian
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
|
|
b.
BAK
|
|
|
|
|
-
Frekuensi
|
4 x
sehari
|
3 x sehari
|
|
|
-
Warna
|
Kuning
/ putih
|
Kuning agak
kecoklatan
|
|
|
-
Jumlah
|
400 cc
|
300 cc
|
|
|
-
Keluhan
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
|
|
-
Bantuan
total / sebagian
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
|
4.
|
Istirahat Tidur
|
|
|
|
|
a.
Lama
Tidur
|
|
|
|
|
-
Siang
|
2 jam
|
2 jam
|
|
|
-
Malam
|
8 jam
|
7 jam
|
|
|
b.
Kesulitan
Mulai Tidur
|
Tidak ada
|
Ketika demam dan
nyeri ulu hati
|
|
|
c.
Kebiasaan
Tidur
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
|
5.
|
Personal Hygine
|
|
|
|
|
a.
Mandi
|
|
|
|
|
-
Frekuensi
|
2 x
sehari
|
1 x 2 hari
|
|
|
-
Kebiasaan
Mandi
|
Memakai
air dingin biasa
|
Memakai air
hangat
|
|
|
-
Bantuan
total / sebagian
|
Tidak ada
|
Sebagian
|
|
|
b.
Gosok
Gigi
|
2 x
sehari
|
1 x 2 hari
|
|
|
c.
Cuci
Rambut
|
2 x
seminggu
|
1 x 2 hari
|
|
|
d.
Gunting
Kuku
|
1 x seminggu
|
1 x 3 hari
|
|
|
e.
Ganti
Pakaian
|
2 x
sehari
|
1 x 2 hari
|
|
6.
|
Apakah ada kesulitan melakukan
aktivitas?
|
Tidak ada
|
Ada
|
|
|
Apakah
ada anjuran Bed Rest?
|
Tidak ada
|
Ada
|
C.
PEMERIKSAAN
FISIK
1. Kesadaran : Compos Mentis ( CM )
2. Penampilan umum : Klien tampak kotor
3. Berat badan dan tinggi badan :
16 kg dan 107 cm
4. Pemeriksaan tanda –
tanda vital
-
Tekanan
darah : Tidak
terkaji
-
Nadi : 98 x /
menit
-
Respirasi : 30 x / menit
-
Suhu : 38 0 celcius
5. Pengkajian Head To Toe
a. Kepala
Distribusi
rambut merata, rambut terlihat bersih, warna rambut hitam, rambut pendek, kulit
kepala tidak ada benjolan, tidak ada lesi, hal ini terbukti saat melakukan
palpasi pada kepala klien.
b. Mata
Bentuk
kedua mata simetris, warna konjungtiva merah muda, sklera tidak ikterik, penglihatan
normal hal ini terbukti saat memperlihatkan benda (pulpen) dan klien dapat
menjawabnya, kedua pupil normal hal ini dapat terbukti saat kedua pupil klien
di beri sinar penlight di jauhkan, pupil membesar dan ketika sinar penlight di
dekatkan pada kedua pupil, pupilnya mengecil, kemampuan membedakan warna normal,
hal ini terbukti saat klien diperintah untuk menyebutkan warna dari meteran dan
warna dari penlight, klien menjawab dengan benar, gerak bola mata normal
terbukti saat klien di perintah untuk menggerakan bola matanya sesuai arah
penlight, cek lapang pandang normal, tidak ada lesi maupun benjolan di kelopak
mata hal ini terbukti saat di palpasi, bulu mata dan alis mata ada.
c. Telinga
Kedua
telinga bentuknya simetris, tidak ada serumen di telinga kiri dan kanan
terbukti saat di sinari dengan penlight dengan cara inspeksi, tidak ada lesi
maupun benjolan hal ini terbukti saat di palpasi dan inspeksi, pendengaran
klien normal terbukti saat klien di tanya, klien dapan merespon dan menjawab pertanyaan
dengan benar, dan dengan di dekatkan jam tangan pada telinga klien.
d. Hidung
Bentuk
hidung simetris (inspeksi), tidak ada lesi maupun benjolan (inspeksi dan
palpasi), cuping hidung bersih, tidak ada nyeri tekan (palpasi), penciuman
normal hal ini terbukti saat klien diperintah untuk mencium bau minyak wangi.
e. Mulut
Kedua
bentuk bibir simetris, warna bibir agak merah, mulut tampak kotor, gigi lengkap
dan rapi, tidak ada karies pada gigi, tidak ada lubang - lubang pada gigi (inspeksi
dengan menggunakan penlight), lidah berwarna kemerahan, tidak ada nyeri tekan
pada lidah (menggunakan tongue spatel), tidak ada benjolan pada gusi, gusi
berwarna merah muda (inspeksi), kemampuan mengunyah normal saat di perintah.
f. Leher
Bentuk
leher simetris dan kotor, teraba nadi karotis (palpasi), tidak teraba adanya
pembesaran kelenjar tiroid, kemampuan pergerakan leher baik terbukti saat di
perintah menggerakan leher ke kiri dan kanan, reflek menelan (palpasi) ada terbukti saat di perintah untuk
menelan.
g. Dada
Kedua
bentuk dada simetris dan kotor, ekspansi
dada seimbang, tidak ada benjolan maupun lesi, tidak ada nyeri tekan pada dada
terbukti saat di palpasi, bunyi jantung normal dan regular terbukti saat
auskultasi menggunakan stetoskop, irama jantung lub dub, tidak ada suara nafas
tambahan saat ekspirasi dan inspirasi.
h. Ketiak
Ketiak
tampak kotor (inspeksi), tidak ada lesi maupun benjolan (palpasi).
i.
Abdomen
Bentuk
abdomen datar dan tampak kotor, ada nyeri tekan pada abdomen bagian atas,
bising usus normal terbukti saat di auskultasi abdomen menggunakan stetoskop,
bising usus 8 x / menit, tidak ada lesi maupun benjolan (inspeksi dan palpasi).
j.
Punggung
Bentuk
punggung simetris dan
tampak kotor dan
tidak ada lesi maupun benjolan.
k. Genetalia
Genetalia
tampak kotor, tidak ada lesi maupun benjolan.
l.
Kulit
Kulit
tampak kotor, warna kulit sawo matang, turgor kulit baik, terbukti saat kulit
di cubit, kulit klien terlihat berwarna putih dan saat di lepaskan lagi kurang
dari 3 detik, kulit klien kembali merah, tidak ada lesi maupun benjolan.
m.
Kuku
Kuku
terlihat kotor dan panjang, pengisian cafilary refill time kembali dengan baik,
terbukti saat ditekan kuku dan cafilary refill kembali kurang dari 2 detik.
n. Ekstremitas atas
Kedua
tangan simetris sama panjang, tampak kotor,
kedua jari - jari tangan lengkap ada 10, ada
nyeri tekan pada tangan sebelah kiri karena terpasang infus, adanya reflek bisep dan trisep baik terbukti
saat dikaji menggunakan refleks
hummer, tidak ada oedem pada tangan kiri dan kanan.
Kekuatan
otot :
|
5
|
5
|
|
-
|
-
|
o. Ekstremitas bawah
Kedua
kaki klien simetris, kedua jari - jari kaki
lengkap ada 10, tidak ada nyeri tekan pada kedua kaki, adanya reflek patela terbukti saat diperkusi
patela dengan menggunakan refleks
hummer, ada reflek
pada jari - jari kaki
kiri dan kanan, adanya reflek
babinski, terbukti saat refleks
hummer bagian ujungnya di sentuhkan pada telapak kaki dekat jempol lalu di
putar sesuai dengan bentuk telapak kaki, reflek achilles baik terbukti saat di perkusi
dan di putar, ada reflek
pada jari - jari kaki, tidak ada oedem pada
kaki kiri dan kanan.
Kekuatan
otot :
|
-
|
-
|
|
4
|
5
|
D. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
|
Tanggal : 10 Mei 2013
No. Lab : 72. 884
Pengirim : dr. Vulkhan
Pemeriksaan laboratorium
|
|
|
Haematologi
|
Hasil
|
|
Haemoglobine
|
12, 2
|
|
Jml. Leukosit
|
4, 400 *
|
|
Jml. Trombosit
|
387, 000 *
|
|
Hematokrit
|
35 *
|
|
Golongan darah
|
B
|
|
Rhesus
|
[+], Positif
|
|
Tanggal : 10 Mei 2013
No. Lab : 72. 893
Pengirim : dr. Dena
|
|
|
Imunologi-Serologi
|
Hasil
|
|
IgM Anti salmonella Thypi
|
[+] , Positif
(score well = 5)
|
|
Tanggal : 11 Mei 2013
No. Lab : 72913
Pengirim : dr. Radi, SPA., Mkes
Pemeriksaan Laboratorium
|
|
|
Haemoglobine
|
12, 1
|
|
Jml. Leukosit
|
1, 800 *
|
|
Jml. Trombosit
|
261, 000
|
|
Hematokrit
|
34 *
|
|
Tanggal : 12 Mei 2013
No. Lab : 72. 942
Pengirim : dr. Radi, SPA., Mkes
Pemeriksaan Laboratorium
|
|
|
Haemoglobine
|
13, 1
|
|
Jml. Leukosit
|
2, 000 *
|
|
Jml. Trombosit
|
253, 000
|
|
Hematokrit
|
37
|
E. TERAPI SESUAI ADVIS DOKTER
1.
Ceftriaxone 2 x 750 mg Pukul 10 dan 22
2.
Progesik Sirup 4
x 1 CTH Pukul
6 , 12, 18 dan 24
3.
Sanmol
/ Parasetamol B/P
F. ANALISA DATA
|
No
|
Data
|
Etiologi
|
Masalah
|
|
1.
|
Ds : Klien mengatakan demam dan tubuhnya terasa panas.
Do : Suhu tubuh klien 38, 2 0 celcius dan ketika di palpasi tubuhnya panas.
|
Masuknya
virus dengue ke dalam tubuh
Infeksi
Hipotalamus
terganggu
Peningkatan
ketidakseimbangan suhu tubuh
Hipertermi
|
Hipertermi
|
|
2.
|
Ds : Ibu klien mengatakan klien belum mandi 2 hari yang
lalu.
Do : Badan klien tampak kotor, mulut klien kotor, kuku klien kotor dan panjang.
|
Kelemahan
fisik
Bed
rest total
Kebutuhan
personal hygine tidak terpenuhi
Defisit
personal hygine
|
Defisit personal hygine
|
G. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.
Hipertermi
berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.
2.
Defisit
personal hygine berhubungan dengan
kelemahan fisik dan bed rest total.
H. INTERVENSI, RASIONAL, IMPLEMENTASI,
EVALUASI
|
No
|
Diagnosa
Keperawatan
|
Perencanaan
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
||
|
Tujuan
|
Intervensi
|
Rasional
|
||||
|
1.
|
Hipertermi berhubungan dengan
prosese infeksi virus dengue.
Ds : Klien mengatakan demam dan tubuhnya terasa panas.
Do : Suhu tubuh klien 38, 2 0
celcius dan
ketika di palpasi tubuhnya panas.
|
Setelah dilakukan tindakan
selama 1 x 24 jam, diharapkan suhu tubuh klien normal mencapai 36 0
celcius – 37 0 celcius.
|
- Observasi tanda
– tanda vital terutama
suhu tubuh.
- Berikan kompres hangat pada kepala.
- Anjurkan pada ibu klien agar klien memakai
baju tipis.
- Anjurkan pada klien untuk minum
air putih sedikit tapi sering (16.000 cc atau 8 gelas )
- Laksanakan
advis dokter dalam pemberian obat antipireutik.
|
- Untuk mengetahui perkembangan
kesetabilan tanda -tanda vital
terutama suhu tubuh.
- Untuk menurunkan panas dengan
adanya konduksi panas ke bahan kompresan, dengan menggunakan air hangat untuk
menurunkan suhu tubuh tanpa membuat suhu tubuh menjadi hipotermi.
- Baju tipis dapat menyerap
keringat.
-Minum air banyak untuk
mengganti cairan tubuh yang hilang akibat dehidrasi.
- Obat antipireutik dapat
menurunkan demam.
|
Pada tanggal 11 Mei 2013, pukul 17. 24 WIB :
- Mengobservasi
tanda - tanda
vital dengan hasil
:
Nadi : 98 x / menit.
Respirasi : 30 x / menit .
Suhu : 36, 7 0 celcius.
- Memberikan kompres hangat
pada kepala klien.
- Menganjurkan pada ibu klien
agar klien memakai baju tipis yang dapat menyerap keringat.
- Menganjurkan pada klien untuk
minum 8 gelas air putih sedikit tapi sering.
-
Melaksanakan advis dokter dalam memberikan obat parasetamol / sanmol pada
klien.
|
S :Klien mengatakan tubuhnya
tidak demam dan panas lagi.
O : Saat di palpasi tubuh klien tidak panas
dan demam. Suhu tubuh klien mencapai 36, 7 0 celcius.
A : Masalah teratasi.
P : -
|
|
2.
|
Gangguan Pemenuhan kebutuhan personal hygine berhubungan dengan
kelemahan fisik dan bed rest total.
Ds : Ibu klien mengatakan klien belum mandi 2 hari yang
lalu
Do : Badan klien tampak kotor, mulut klien kotor, kuku klien kotor.
|
Setelah dilakukan tindakan
selama 1 x 24 jam diharapkan dapat mencapai kriteria :
- Badan terlihat bersih.
- Mulut bersih.
- Kuku klien terlihat bersih dan
pendek.
|
- Waslap badan klien
- Gosok gigi klien
- Potong kuku klien
- Ganti perlak di tempat tidur
klien.
|
- Agar badan klien tampak
bersih, dan segar.
- Mulut klien bersih segar dan
tidak bau.
- Menjaga kebersihan kuku,
terbebas dari mikroorganisme.
- Mengganti perlak yang kotor
dapat membantu kenyamanan istirahat dan tidur klien.
|
Pada tanggal 12 Mei 2013,
pukul 06. 30 WIB :
- Mewaslap klien menggunakan
air hangat, dengan alat - alat
dan bahan : bedak 1, waslap 1, ember 1, handuk 1, baki 1 dan pengalasnya.
- Menggosok gigi klien dengan
menggunakan alat dan bahan : pasta
gigi 1, sikat gigi 1 dalam bak instrumen, kasa 1 untuk pengalas di dalam bak
instrumen, bengkok 1, air untuk kumur - kumur, tisu 2 lembar dalam bak instrumen,
baki dan pengalasnya.
- Memotong kuku klien dengan
menggunakan : gunting kuku 1 dalam bak instrumen dan kasa 1 untuk pengalas di
dalam bak instrumen, bengkok 1, air hangat untuk merendam kuku, tisu 2 untuk mengeringkan kuku yang
telah di rendam pada air hangat, baki dan pengalasnya.
- Mengganti perlak di tempat
tidur klien.
|
S : Ibu klien mengatakan bahwa
klien tampak bersih, segar, nyaman.
O : Badan klien tampak bersih, mulut klien tampak bersih segar,
dan tidak bau.
- Kuku klien tampak bersih dan
pendek.
- Klien merasa nyaman setelah diganti
perlak di tempat tidurnya.
A : Masalah teratasi
P : -
|
BAB IV
PEMBAHASAN
Dalam pembahasan Asuhan Keperawatan Pada An. S Dengan Diagnosa
Medis Dengue
Hemoragic Fever di Ruang
Perawatan Umum
Rumah Sakit Islam Hj. Siti Muniroh Tasikmalaya pada tanggal 28 April 2013
melalui pendekatan kesengajaan secara teori dan kenyataan di lapangan,
pembahasan di bahas melalui langkah - langkah keperawatan sebagai
berikut:
A.
Pengkajian
Penulis
dapat melakukan pengkajian pada klien dengan diagnosa medis Dengue Hemoragic
Fever yang dapat meliputi pengumpulan data, analisa data, dan penegakan
diagnosa keperawatan.
B.
Diagnosa
keperawatan
Menurut
tinjauan analisa data pada diagnosa keperawatan terdapat beberapa masalah di
antaranya:
1.
Gangguan
peningkatan ketidakseimbangan suhu tubuh.
2.
Gangguan
pemenuhan kebutuhan personal hygine
C.
Perencanaan
Penulis
dapat menyusun rencana tindakan keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan
yang muncul, situasi dan kondisi di dukung oleh sikap keluarga dan klien yang
kooperator. Perencanaan yang sehat berdasarkan teori yang di peroleh dari
beberapa literatur yang mendukung.
D.
Implementasi
Pada
tahap ini penulisan melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun sebelumnya.
Banyak faktor yang mendukung terlaksananya implementasi keperawatan diantaranya peran keluarga yang
mendukung, tersedianya alat - alat serta adanya bimbingan dari
perawat ruangan, CI ruangan, pembimbing akademik, serta adanya peran dokter
yang menentukan diagnosa menurut medis.
E.
Pelaksanaan
Tindakan
keperawatan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah di tetapkan dengan melibatkan kerjasama klien, keluarga
dan tim kesehatan yang lain dengan menggunakan sarana dan prasarana yang di
sediakan oleh institusi pendidikan yang ada di rumah sakit.
F.
Evaluasi
Penulis
dapat mengevaluasi asuhan keperawatan. Evaluasi di laksanakan secara
langsung melalui observasi / catatan
keperawatan yang ada, karena keterbatasan penulis dalam mengevaluasi asuhan
keperawatan maka penulis menanyakan
kepada keluarga dan perawat ruangan
sebagai perkembangan klien dapat di ketahui.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Serangan penyakit DBD
(Demam Berdarah Dengue) bisa muncul kapan saja sepanjang tahun dan bisa
menyerang siapa saja mulai dari anak - anak hingga lanjut
usia, orang yang sehat kuat hingga yang sedang sakit, orang yang tinggal di
perumahan mewah sampai yang gelandangan semua bisa kena penyakit demam berdarah dengue
yang berbahaya dan mematikan.
Penyakit demam berdarah berkaitan dengan kondisi lingkungan dan
perilaku masyarakat. Masyarakat yang kurang peduli kebersihan lingkungan dan
ancaman penyakit berbahaya merupakan lokasi yang sangat baik sebagai endemik demam berdarah. Diperlukan kesadaran dan
peran aktif semua lapisan masyarakat untuk mengenyahkan demam berdarah dengue
dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
Untuk memberantas
nyamuk Aedes Aegypty
yang menularkan demam berdarah dengue diperlukan 3M di wilayah lingkungan
tempat tinggal yaitu 3 M
yang akan dijelaskan pada bagian lain di web situs organisasi.org ini.
B. Saran
Masyarakat hendaknya
melaksanakan 3 M yaitu :
a. Menguras tempat-tempat penampungan air atau barang - barang
yang bisa digenangi air, seperti bak mandi, ember, vas bunga, dan tampat minum
burung.
b. Menutup rapat semua penampungan air seperti ember, tempayang,
gentong dan drum.
c. Mengubur semua barang bekas yang dapat digenangi air dan
menghindari gigitan nyamuk.
d. Selain itu nyamuk
akan pergi, yaitu dengan cara :
a) Mengolesi tubuh
dengan obat anti digigit nyamuk
b) Membubuhi abate di
semua ke tempat air
c) Memelihara ikan
pemakan jentik nyamuk
d) Mengusir nyamuk
dengan obat nyamuk
e) Memasang kawat nyamuk
pada ventilasi
f) Tidak mempunyai hobi
menggantungkan baju
DAFTAR PUSTAKA
Buku
ajar IKA infeksi dan penyakit tropis IDAI Edisi I. Editor : Sumarmo, S Purwo
Sudomo, Harry Gama, Sri rejeki Bag IKA FKUI
Jakarta. 2002.
Christantie, Effendy. SKp, Perawatan
Pasien DHF. Jakarta, EGC, 1995.
Prinsip – Prinsip Keperawatan Nancy
Roper hal 269 – 267 ( tidak diterbitkan ).
THANKS FOR YOUR ATTENTION ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar