LAPORAN AKHIR
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. Hj. E
DENGAN DIAGNOSA MEDIS STROKE DI RUANG ICU
RUMAH SAKIT ISLAM Hj. SITI MUNIROH
TASIKMALAYA
Di ajukan untuk memenuhi salah satu
tugas praktek kerja lapangan
Disusun Oleh :
Ai Winarti
Eva Haenipa Toyibah
Seli Putri
Asih
Syifa
Fitrotul Hasanah
YAYASAN
ADHI GUNA KENCANA
SMK
BHAKTI KENCANA CIAWI
TASIKMALAYA
Jl.
Raya Pakemitan Kidul
km. 20 Desa Sukaresmi no. 19 A Tlp (0265) 455111
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKHIR
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA Ny. Hj. E
DENGAN DIAGNOSA
MEDIS STROKE DI
RUANG ICU
RUMAH SAKIT ISLAM Hj. SITI MUNIROH
TASIKMALAYA
Pembimbing Akademik Kaprodi Keperawatan
Ayi Lukmanul Hakim, AMK Neneng Siti Rukoyah, S.Kep
Mengesahkan,
Kepala Sekolah
SMK BHAKTI KENCANA
CIAWI
ASEP MAHMUD, S.Pd., M.Pd
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Alloh SWT atas berkat rahmat dan karunianya
kami telah menyelesaikan tugas “Asuhan
Keperawatan pada Ny. Hj. E dengan
penyakit Stroke”. Diharapkan tugas ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Dalam penyusunan makalah
ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi. Namun kami menyadari bahwa
kelancaran dalam penyusunan makalah ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan
bimbingan orang tua, sehingga kendala - kendala yang penulis hadapi retasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan
terima kasih kepada:
1.
Eddi
supriadi, SIP., SKM., M.M.Kes, selaku ketua yayasan SMK Bhakti Kencana Ciawi.
2.
Asep
mahmud, S. Pd., M.Pd, selaku kepala sekolah SMK Bhakti Kencana Ciawi.
3.
Nurasiah,
S.Kep, selaku pembimbing akademik .
4.
Neneng
SR, S.Kep, selaku kaprodi keperawatan dan pembimbing lapangan
5.
Orang
tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga
tugas ini selesai.
6.
Rekan
- rekan kelompok yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat
bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan,
khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang di harapkan dapat tercapai.
29 April 2013
Penulis
DAFTAR ISI
LEMBAR
PENGESAHAN ......................................................................................... i
KATA
PENGANTAR ................................................................................................. ii
DAFTAR
ISI ............................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang ................................................................................................. 1
B.
Ruang
Lingkup ................................................................................................. 1
C.
Tujuan
Penulisan .............................................................................................. 1
D.
Metode
Penulisan.............................................................................................. 2
E.
Sistematika
Penulisan........................................................................................ 2
BAB II TINJAUAN TEORITIS
A.
Definisi
............................................................................................................ 3
B.
Etiologi
............................................................................................................. 3
C.
Tanda
dan gejala............................................................................................... 3
D.
Patofisiologi
..................................................................................................... 3
E.
Pemeriksaan
penunjang .................................................................................... 4
F.
Data
Fokus ....................................................................................................... 4
G.
Riwayat
Kesehatan ........................................................................................... 4
H.
Pemeriksaan
Fisik ............................................................................................. 4
I.
Diagnosa
Keperawatan ..................................................................................... 5
J.
Intervensi
dan Rasional .................................................................................... 5
K.
Daftar
Pustaka ................................................................................................. 6
BAB III TINJAUAN KASUS
A.
Pengkajian
........................................................................................................ 7
B.
Data
Biologis .................................................................................................... 8
C.
Pemeriksaan
Fisik ............................................................................................. 9
D.
Pemeriksaan
Laboratorium ............................................................................... 12
E.
Terapi
sesuai advis dokter ............................................................................... 13
F.
Analisa
Data ..................................................................................................... 13
G.
Diagnosa
Keperawatan ..................................................................................... 14
H.
Intervensi,
Rasional, Implementasi, Evaluasi .................................................... 15
BAB IV PEMBAHASAN
A.
Pengkajian
........................................................................................................ 17
B.
Diagnosa
keperawatan ..................................................................................... 17
C.
Perencanaan
..................................................................................................... 17
D.
Implementasi..................................................................................................... 17
E.
Pelaksanaan
...................................................................................................... 17
F.
Evaluasi
............................................................................................................ 17
BAB V PENUTUP
A.
Kesimpulan
...................................................................................................... 18
B.
Saran
................................................................................................................ 18
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Penderita
stroke
saat ini menjadi penghuni terbanyak, hampir semua pelayanan rawat inap penderita penyakit
syaraf. Selain
menimbulkan beban ekonomi bagi penderita dan keluarganya, stroke juga
menjadi beban bagi pemerintah dan perusahaan asuransi kesehatan.
Berbagai
fakta menunjukkan bahwa sampai saat ini, stroke masih merupakan masalah utama di bidang neurologi
maupun kesehatan pada umumnya. Untuk mengatasi masalah krusial ini diperlukan
strategi penanggulangan
stroke
yang mencakup aspek preventif, terapi rehabilitasi, dan promotif.
Keberadaan
unit stroke
di rumah sakit tak lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi keharusan,
terlebih bila melihat
angka penderita stroke
yang terus meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia. Karena penanganan stroke yang
cepat, tepat dan akurat akan meminimalkan kecacatan yang ditimbulkan. Untuk
itulah penulis menyusun makalah mengenai stroke yang menunjukan masih menjadi
salah satu pemicu kematian tertinggi di Indonesia.
B.
Ruang
Lingkup
Ruang lingkup penulisan
makalah ini terbatas pada pemberian Asuhan Keperawatan Pada Ny. Hj. E Dengan
Diagnosa Medis Stroke Di Ruang ICU Rumah Sakit Islam Hj. Siti Muniroh
Tasikmalaya, yang meliputi tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan,
implementasi dan evaluasi .
C.
Tujuan
Penulisan
a.
Tujuan
Umum
Memahami dan menerapkan asuhan keperawatan terhadap
pasien dengan penyakit stroke secara komprehensif melalui aspek bio - psiko -sosio
- spiritual.
b.
Tujuan
Khusus
Melalui pendekatan proses keperawatan aspek bio - psiko
- sosio - spiritual di harapkan siswa mampu:
a)
Melaksanakan
pengkajian terhadap klien dengan penyakit stroke.
b)
Mampu
mendiagnosa keperawatan sesuai prioritas masalah.
c)
Mampu
melaksanakan rencana tindakan dan rasional dalam praktek nyata sesuai dengan
masalah yang telah di prioritaskan.
d)
Mampu
melaksanakan tindakan dalam praktek nyata sesuai dengan masalah yang di
prioritaskan.
e)
Mampu
menilai dan mengevaluasi hasil dari tindakan yang telah di laksanakan pada
klien dengan penyakit stroke.
f)
Mampu
mendokumentasikan rencana tindakan asuhan keperawatan yang telah di laksanakan
g)
Mampu
membahas kesenjangan antara teori yang di peroleh dengan studi kasus /
penerapan di lapangan.
D.
Metode
Penulisan
Metode yang di gunakan
adalah pendekatan studi kasus, yaitu metode yang memberikan gambaran terhadap
suatu kejadian atau kedaan yang berlangsung melalui proses keperawatan. Adapun
tehnik - tehnik yang di gunakan untuk memperoleh data dan imformasi dengan
cara:
a.
Wawancara
Penulisan mengadakan wawancara dengan klien,
keluarga, dan petugas kesehatan lain untuk mendapatkan data subjektif klien.
b.
Studi
dokumentasi
Data - data yang di dapatkan dari rekam medis klien
di ruangan, seperti catatan keperawatan, catatan dokter, dan tim kesehatan
lain.
c.
Studi
kepustakaan
Untuk mendapatkan literatur dan tinjauan teoritis,
baik mengenai konsep dasar penyakit dan konsep dasar keperawatan.
d.
Observasi
Melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung pada
klien dan mengamati langsung perubahan - perubahan yang terjadi untuk
memperoleh data serta mencatat hal - hal penting termasuk pemeriksaan fisik.
e.
Pemeriksaan
fisik
a)
Inspeksi
adalah pemeriksaan fisik di lakukan dengan cara melihat apakah terdapat luka, dan
lain - lain.
b)
Palpasi
adalah pemeriksaan fisik di lakukan dengan cara meraba apakah ada benjolan atau
tidak.
c)
Perkusi
adalah pemeriksaan fisik di lakukan dengan cara mengetuk dengan menggunakan
refleks hummer.
d)
Auskultasi
adalah pemeriksaan fisik di lakukan dengan cara mendengarkan menggunakan stetoskop.
E.
Sistematika
Penulisan
Penulis membagi penulisan
makalah ini dengan 5 bab yang terdiri dari:
BAB I : Pendahuluan, terdiri dari latar belakang, ruang lingkup, tujuan
penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
BAB II : Tinjauan teoritis, berisi
tentang konsep dasar penyakit yang terdiri dari definisi penyakit, etiologi, patofisisologi,
data fokus, data penunjang, diagnosa keperawatan, intervensi, rasional.
BAB II : Tinjauan kasus, yang
terdiri dari 5 tahapan proses keperawatan yaitu mulai dari pengkajian, diagnosa
keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi.
BAB II
TINJAUAN
TEORITIS
A.
DEFINISI
Stroke adalah kehilangan
fungsi otak yang di akibatkan oleh berhentinya suplai darah ke otak ( Smeltzer,
Suzzane, 2002 ). Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler yang di tandai dengan
kematian jaringan otak.
B.
ETIOLOGI
Etiologi yang dapat di
modifikasi antara lain adalah :
1.
Umur
2.
Jenis
Kelamin
3.
Herediter.
Etiologi yang dapat di modifikasi yaitu :
1.
Hipertensi
2.
Penyakit
Jantung
3.
Diabetes
Millitus
4.
Obesitas
5.
Pola
hidup yang tidak sehat seperti merokok.
C.
TANDA
DAN GEJALA
Tanda dan gejala stroke
adalah :
1.
Kelemahan
atau kelumpuhan lengan atau salah satu sisi tubuh
2.
Hilangnya
sebagian penglihatan atau pendengaran
3.
Penglihatan
ganda
4.
Vertigo
5.
Bicara
tidak jelas
6.
Sulit
memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
7.
Ketidakseimbangan
/ terjatuh
8.
Pingsan
D.
PATOFISIOLOGI
Stroke di sebabkan oleh tidak adekuatnya aliran
darah ke otak sehingga oksigen yang di angkut oleh haemoglobin menjadi menurun,
sementara oksigen berperan dalam proses pemecahan glukosa menjadi energi.
Akibat menurunnya suplai makanan tersebut, sel - sel otak berpotensi mengalami
kematian.
Kematian sel - sel otak berpengaruh terhadap
penurunan fungsi dan kinerja dari otak itu sendiri, otak memiliki 2 fungsi
yaitu sensorik dan motorik, dan yang menjadi tanda awal stroke adalah
hemipiresis kontralateral. Kesulitan yang mungkin muncul pertama kali tentu
saja gangguan mobilitas fisik atau ketidakmampuan melakukan aktivitas.
Ketidakmampuan ini secara psikologis membuat
seseorang menjadi tertekan, kecewa, frustasi, dengan ketidakmampuannya
melakukan aktivitas sehari - hari. Akibatnya seseorang yang menderita stroke
menjadi sensitif secara emosional.
E.
DATA
PENUNJANG
Menurut Muttaqin ( 2008 ), pemeriksaan
stroke adalah sebagai berikut :
1.
Darah
rutin.
2.
Pemeriksaan
kimia darah : Gula darah.
3.
Pemeriksaan
darah lengkap.
4.
CT
Scane.
5.
Sinar
X tengkorak.
6.
USG
Dopler.
F.
DATA
FOKUS
1.
Data
Objektif
a.
Klien
tampak lemah, tidak dapat beraktivitas.
b.
Klien
tampak kotor.
2.
Data
Subjektif
a.
Keluarga
klien mengatakan bahwa klien tidak dapat melakukan aktivitas dan tidak dapat
melakukan gerakan dengan leluasa.
b.
Keluarga
klien mengatakan bahwa klien tidak dapat melakukan kebersihan diri dan klien
tampak kotor dan kusut.
G.
RIWAYAT
KESEHATAN
1. Keluhan Utama ( Biasanya klien mengalami
kelemahan atau kelumpuhan sebagian anggota badan ).
2. Riwayat Penyakit Sekarang (Keadaan klien saat di
kaji atau di periksa)
3. Riwayat Penyakit Dahulu (Apakah klien pernah
mengalami penyakit seperti yang di deritanya sekarang ? ).
4. Riwayat Penyakit Keluarga (Adakah anggota
keluarga klien yang mengalami penyakit
seperti
yang di derita klien ? ).
H.
PEMERIKSAAN
FISIK
1. Keadaan Umum
a.
Kesadaran : Umumnya mengalami penurunan kesadaran.
b.
Suara
Bicara : Mengalami
gangguan yaitu sukar dimengerti, kadang tidak bisa bicara.
c. Tanda - tanda vital : Biasanya tekanan darah meningkat,
denyut nadi bervariasi.
d.
Kulit : Jika klien
mengalami kekurangan cairan dalam tubuh, kulit tampak pucat dan turgor kulit
jelek.
e.
Kuku : Perlu dilihat
adanya clubbing finger, sianosis.
f.
Rambut : Dilihat kebersihan,
kerapihan, adanya benjolan di kepala atau adanya lessi.
g.
Muka : Kebersihan muka,
benjolan.
h.
Leher : Kaku jarang
terjadi ( Satyanegara, 2001 )
i.
Dada : Pada pernafasan
kadang didapatkan suara nafas terdengar ronchi, wheezing, pernafasan tidak
teratur akibat reflek batuk dan menelan.
j. Abdomen :
Didapatkan penurunan peristaltik usus akibat bed rest lama, kadang - kadang
kembung.
k.
Genetalia : Kadang terdapat inkontinensia,
retensio urin.
l.
Ekstremitas : Sering di dapatkan
kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh.
m.
Neurologi : Umumnya terdapat
gangguan saraf.
n.
Reflek : Pada fase akut reflek
fisiologis sisi yang lumpuh akan menghilang setelah beberapa hari reflek
fisiologis akan muncul kembali di dahului dengan reflek patologis.
I.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
1. Gangguan
mobilitas fisik berhubungan dengan kerusakan neuromuskular.
2. Kurang
perawatan diri berhubungan gangguan mobilitas fisik, kekuatan dan ketahanan,
kehilangan kontrol, koordinasi muskular.
3. Resiko
gangguan nutrisi berhubungan dengan kelemahan muskular mengunyah dan menelan.
4. Resiko
ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan penurunan reflek batuk
dan menelan.
5. Gangguan
eliminasi urin ( inkontinensia urin ) berhubungan dengan penurunan sensasi,
disfungsi kognitif, ketidakmampuan berkomunikasi.
6.
Resiko
gangguan integritas kulit berhubungan dengan tirah baring lama.
7. Gangguan
sensori berhubungan dengan penekanan pada saraf sensori, penurunan penglihatan.
J.
INTERVENSI
DAN RASIONAL
|
Intervensi
|
Implementasi
|
|
Mengubah posisi klien tiap 2 jam sekali misalnya :
miring kiri dan miring kanan.
|
Menurunkan resiko terjadinya iskemia jaringan akibat
sirkulasi darah yang jelek.
|
|
Menganjurkan dan mengajarkan klien untuk melakukan
latihan gerak aktif pada ekstremitas yang tidak sakit.
|
Memperbaiki fungsi jantung, kekuatan otot dan
pernafasan
|
|
Menganjurkan dan mengajarkan gerak pasif pada
ekstremitas yang sakit.
|
Memperbaiki fungsi jantung dan pernafasan,
mempermudah pemenuhan oksigen ke jaringan seluruh tubuh.
|
|
Membantu klien dalam melakukan personal hygine atau
perawatan diri misalnya memandikan, gunting kuku, dll.
|
Agar klien tampak bersih, nyaman dan segar, personal
hygine dapat terpenuhi dengan baik.
|
BAB III
TINJAUAN KASUS
A. PENGKAJIAN
1.
Pengumpulan
data
a. Identitas
Klien
Nama :Ny. Hj. E
Umur : 52 Tahun
Jenis
Kelamin : Perempuan
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
Suku
/ Bangsa : Sunda /
Indonesia
Status
Perkawinan : Kawin
Diagnosa
Medis : Stroke
Alamat :
Kp. Sambong Pari Kec. Mangkubumi RT/RW 001/003
Tanggal
Masuk Rumah Sakit : 10 April 2013
Tanggal
Pengkajian : 28 April 2013,
Pukul 14. 00 WIB
No.
CM : 0508
b.
Identitas
Penanggung Jawab
Nama : Tn. A
Umur : 38 Tahun
Jenis
Kelamin : Laki - Laki
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Pegawai Negeri
Sipil
Hubungan
Dengan Klien : Saudara
Alamat :
Kp. Sambong Pari Kec. Mangkubumi RT/RW 001/003
2.
Keluhan
Utama
Keluarga Klien mengatakan bahwa klien
mengalami penurunan kesadaran.
3.
Riwayat
Penyakit
a. Riwayat Penyakit Sekarang
Pada
saat dilakukan pengkajian pada klien tanggal 28 April 2013, pukul 14. 00 WIB
klien mengalami penurunan kesadaran sopor apatis, tanda - tanda vital klien
belum stabil yang di tandai dengan demam tinggi, kadang - kadang nafas ngorok,
suara mengerang.
b. Riwayat Penyakit Dahulu
Keluarga
klien mengatakan bahwa klien pernah mengalami penyakit darah tinggi, dan
diabetes millitus kurang lebih satu tahun yang lalu dan pernah mengalami
penyakit yang sama ( stroke ).
c. Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga klien mengatakan bahwa keluarganya
mempunyai riwayat penyakit keturunan seperti diabetes millitus.
B. DATA BIOLOGIS
|
No
|
Kebutuhan
|
Sebelum Sakit
|
Ketika Sakit
|
|
1.
|
Nutrisi
|
|
|
|
|
a. BB / TB
|
65 kg / 155 cm
|
60 kg / 155 cm
|
|
|
b. Diit
Terakhir
|
Tidak
terkaji
|
500 kal / NGT
|
|
|
c. Kemampuan
Mengunyah
|
|
|
|
|
-
Mengunyah
|
Bisa
|
Tidak bisa
|
|
|
-
Menelan
|
Bisa
|
Tidak bisa
|
|
|
-
Bantuan total / sebagian
|
Tidak
ada
|
Total
|
|
|
d. Frekuensi
makan
|
3 x 1 hari
|
Puasa
|
|
|
e. Porsi
Makan
|
Habis 1 porsi
|
1500 kal / NGT
|
|
|
f. Makanan
yang disukai
|
Manis - manis
|
Tidak terkaji
|
|
|
g. Makanan
yang menimbulkan alergi
|
Tidak
ada
|
Tidak
ada
|
|
2.
|
Cairan
|
|
|
|
|
a. Intake
|
|
|
|
|
-
Oral Jenis
|
Tidak
ada
|
Tidak
ada
|
|
|
-
Jumlah
|
Tidak
ada
|
Tidak
ada
|
|
|
-
Bantuan total / sebagian
|
Tidak
ada
|
Total
|
|
|
-
Intervensi
|
Tidak
terkaji
|
Infuse / tts
|
|
|
-
Jenis
|
Air putih
|
Ringer Laktate
|
|
|
-
Jumlah
|
1600 cc
|
300 cc
|
|
|
b. Output
|
|
|
|
|
-
Suction
|
Tidak
ada
|
Ada
|
|
|
-
Drain ( Darah)
|
Tidak
ada
|
Tidak
ada
|
|
|
-
Muntah
|
Tidak
ada
|
Tidak
ada
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Eliminasi
|
|
|
|
|
a. BAB
|
|
|
|
|
-
Frekuensi
|
1 x sehari
|
1 x sehari
|
|
|
-
Warna & Konsistensi
|
Kuning / lembek
|
Coklat Kemerahan / lembek
|
|
|
-
Jumlah
|
100 gr
|
50 gr
|
|
|
-
Keluhan
|
Tidak
ada
|
Tidak
terkaji
|
|
|
-
Bantuan Total / sebagian
|
Tidak
ada
|
Total
|
|
|
b. BAK
|
|
|
|
|
-
Frekuensi
|
5 x sehari
|
4 x sehari
|
|
|
-
Warna
|
Kuning / putih
|
Kuning Kemerahan
|
|
|
-
Jumlah
|
500 cc
|
400 cc
|
|
|
-
Keluhan
|
Tidak
ada
|
Terpasang DC
|
|
|
-
Bantuan total / sebagian
|
Tidak
ada
|
Total
|
|
4.
|
Istirahat
Tidur
|
|
|
|
|
a. Lama
Tidur
|
|
|
|
|
-
Siang
|
2 jam
|
Tidak Sadar
|
|
|
-
Malam
|
8 jam
|
Tidak Sadar
|
|
|
b. Kesulitan
Mulai Tidur
|
Tidak
ada
|
Tidak
terkaji
|
|
|
c. Kebiasaan
Tidur
|
Tidak
ada
|
Tidak
terkaji
|
|
5.
|
Personal
Hygine
|
|
|
|
|
a. Mandi
|
|
|
|
|
-
Frekuensi
|
3 x sehari
|
1 x sehari
|
|
|
-
Kebiasaan Mandi
|
Memakai air dingin biasa
|
Memakai air hangat
|
|
|
-
Bantuan total / sebagian
|
Tidak
ada
|
Total
|
|
|
b. Gosok
Gigi
|
3 x sehari
|
Tidak
|
|
|
c. Cuci
Rambut
|
3 x seminggu
|
Tidak
|
|
|
d. Gunting
Kuku
|
1 x seminggu
|
1 x seminggu
|
|
|
e. Ganti
Pakaian
|
2 x sehari
|
1 x 2 hari
|
|
6.
|
Apakah
ada kesulitan melakukan aktivitas?
|
Tidak
ada
|
Ada
|
|
|
Apakah ada anjuran Bed Rest?
|
Tidak
ada
|
Ada
|
C.
PEMERIKSAAN
FISIK
1. Kesadaran : Sopor Apatis
2. Penampilan umum : Klien tampak kotor dan
kusut
3. Berat badan dan tinggi badan : 60 kg dan 155 cm
4. Pemeriksaan tanda - tanda
vital
-
Tekanan
darah : 130 / 90 mmHg
-
Nadi : 123 x /
menit
-
Respirasi : 23 x / menit
-
Suhu : 38, 6 0
celcius
5. Pengkajian Head To Toe
a. Kepala
Distribusi
rambut merata, bentuk kepala simetris, rambut terlihat kotor dan kusut,ada ketombe, warna rambut
hitam, rambut agak pendek, kulit kepala tidak ada benjolan, tidak ada lesi, hal
ini terbukti saat melakukan palpasi pada kepala klien.
b. Mata
Bentuk kedua mata simetris, warna konjungtiva
anemis, sklera tidak ikterik, ketajaman penglihatan tidak terkaji, kemampuan
membedakan warna tidak terkaji, alis
mata tampak kotor, pupil membesar dan ketika sinar penlight di dekatkan pada
kedua pupil, pupilnya mengecil, cek lapang pandang tidak terkaji, tidak ada
lesi maupun benjolan di kelopak mata hal ini terbukti saat di palpasi, bulu
mata dan alis mata ada.
c. Telinga
Kedua
telinga bentuknya simetris, ada serumen di telinga kiri dan kanan terbukti saat
di sinari dengan penlight dengan cara inspeksi, tidak ada lesi maupun benjolan
hal ini terbukti saat di palpasi dan inspeksi, pendengaran klien tidak terkaji.
d. Hidung
Bentuk hidung simetris (inspeksi), tidak ada lesi
maupun benjolan (inspeksi dan palpasi), cuping hidung kotor, tidak ada nyeri
tekan (palpasi), kemampuan penciuman tidak terkaji.
e. Mulut
Kedua bentuk bibir simetris, warna bibir agak merah
dan kering dan pecah - pecah, mulut tampak kotor, gigi geraham bawah tanggal,
tidak ada karies pada gigi, tidak ada lubang - lubang pada gigi ( inspeksi
dengan menggunakan penlight), lidah tampak kotor, lidah berwarna putih
kemerahan, tidak ada nyeri tekan pada lidah (menggunakan tongue spatel), tidak
ada benjolan pada gusi, gusi berwarna merah muda (inspeksi), kemampuan
mengunyah tidak ada, nafas bau.
f. Leher
Bentuk
leher simetris dan kotor, teraba nadi karotis (palpasi), tidak teraba adanya
pembesaran kelenjar tiroid, kemampuan menggerakan leher tidak ada, tidak adanya
lesi maupun benjolan, reflek menelan ada.
g. Dada dan Payudara
Kedua
bentuk dada simetris dan kotor, ekspansi
dada seimbang, tidak ada benjolan maupun lesi, tidak ada nyeri tekan pada dada
terbukti saat di palpasi, bunyi jantung iregular terbukti saat auskultasi
menggunakan stetoskop, ada suara nafas ngorok, pernafasan menggunakan
pernafasan abdomen, bentuk payudara simetris, tampak kotor, tidak ada lesi
maupun benjolan.
h. Ketiak
Ketiak
tampak kotor (inspeksi), tidak ada lesi maupun benjolan (palpasi).
i.
Abdomen
Bentuk
abdomen datar, tidak ada kembung dan tampak kotor, bising usus normal terbukti
saat di auskultasi abdomen menggunakan stetoskop, bising usus 10 x / menit,
tidak ada lesi maupun benjolan (inspeksi dan palpasi).
j.
Punggung
Bentuk punggung simetris dan tampak kotor, adanya
luka dekubitus di punggung.
k. Genetalia
Tidak
terkaji
l.
Kulit
Kulit
tampak kotor dan keriput, warna kulit sawo matang, turgor kulit menurun,
terbukti saat kulit di cubit, kulit klien terlihat berwarna putih dan saat di
lepaskan lagi kurang dari 3 detik, kulit klien agak lambat kembali merah, tidak
ada lesi maupun benjolan.
m. Kuku
Kuku
terlihat kotor dan panjang, pengisian cafilary refill time kembali dengan baik,
terbukti saat ditekan kuku dan cafilary refill kembali kurang dari 2 detik.
n. Ekstremitas atas
Kedua
tangan simetris sama panjang dan tampak kotor, kedua jari - jari tangan lengkap
ada 10, ada nyeri tekan pada tangan sebelah kiri karena terpasang infus, reflek
trisep dan bisep tidak ada, ada oedem pada tangan kiri dan kanan.
Kekuatan
otot :
|
1
|
0
|
|
-
|
-
|
o. Ekstremitas bawah
Kedua
kaki klien simetris, kedua jari kaki lengkap ada 10, adanya reflek patela
terbukti saat diperkusi patela dengan menggunakan refleks hummer, ada sedikit
reflek pada jari - jari kaki kanan, ada oedem pada kaki kiri dan kanan.
Kekuatan otot :
|
-
|
-
|
|
1
|
1
|
D. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
|
Penanggung
Jawab
|
||||
|
Dr. H. R Sumpena Sasmitadilaga, SP. PD FINASIM
|
||||
|
Tanggal : 28 April 2013
|
||||
|
No. Lab : 72. 521
|
||||
|
Nama Pasien : Ny. Hj. E
|
||||
|
Umur : 52 Tahun
|
||||
|
Jenis Kelamin : Perempuan
|
||||
|
Ruang / Kelas : ICU
|
||||
|
Pengirim / Dokter : Dr. Hendra
|
||||
|
Alamat Pasien : Kp. Sambong Pari Kec. Mangkubumi RT/RW 001/003
|
||||
|
KTR / Status / Asuransi : -
|
||||
|
Ket. Klinik / DD : -
|
||||
|
|
||||
|
Pemeriksaan Laboratorium
|
||||
|
Pemeriksaan
|
Hasil
|
Rujukan
|
Keterangan
|
Metode
|
|
Hematologi
|
|
|
|
|
|
Haemoglobine
|
11, 2
% *
|
12-18 %
11-16 %
|
Pria
Wanita
|
|
|
Jml.
Leukosit
|
54,
200 *
|
5000-10.000/mm
|
|
|
|
Jml.
Trombosit
|
572,
000 *
|
150.000-350.000/mm
|
|
|
|
Hematokrit
|
31 *
|
36-48 %
|
|
|
|
Gula Darah
|
|
|
|
|
|
Gula
Darah Sewaktu
|
308,
0 *
|
70-110
mg/dl
|
Pukul
09. 15 WIB
|
GOD PAP
|
|
Elektrolit
|
|
|
|
|
|
Natrium,
Na
|
131, 9
|
135-155
mg/dl
|
|
Elektrolit Analizer. K
|
|
Kalium,
K
|
5,
4 *
|
3,5-5,0
mg/dl
|
|
Elektrolit Analizer. K
|
|
Clorida,
Cl
|
96,
9 *
|
80-120
mg/dl
|
|
Elektrolit Analizer. K
|
|
Kalsium,
Ca
|
7,
3 *
|
8,1,-10,5
mg/dl
|
|
CPC
|
E. TERAPI SESUAI ADVIS
DOKTER
1. Sanmol ( Parasetamol ) B / P
2. Pumpitor 1
– x - 1
3. Metronidazole 3
x 1
4. Manitol 3
x 100
5. Bralin 2
x 300
6. Phenitoin 50
mg B / P
7. Merobat 3
x 1
8. Aminovel 1
x 1 / 2 4 Jam
9. Novaropid
F. ANALISA DATA
|
No
|
Data
|
Etiologi
|
Masalah
|
|||||||||
|
1.
|
Ds : -
Do :
Terdapat luka di
bagian punggung dan mobilitas minimal.
|
Stroke
Penurunan kesadaran
Bed rest total
Mobilitas minimal
|
Gangguan mobilitas
|
|||||||||
|
2.
|
Ds : Keluarga klien mengatakan bahwa
klien demam.
Do :
Suhu tubuh klien 38, 6
0 celcius
|
Mikroorganisme
Infeksi
Leukosit tinggi
Peningkatan suhu tubuh
|
Gangguan
peningkatan ketidakseimbangan suhu tubuh
|
|||||||||
|
3.
|
Ds : -
Do : Badan klien terlihat kotor, rambut klien
kotor, nafas bau, gigi klien kotor, kuku klien kotor dan panjang.
|
Berkurangnya suplai darah ke otak
Hipoksia karena gangguan paru dan jantung
Pendarahan serebral
Stroke
|
Gangguan
pemenuhan kebutuhan personal hygine
|
G.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
1.
Gangguan
mobilitas berhubungan dengan kelemahan dan bed rest total.
2.
Gangguan
peningkatan ketidakseimbangan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi.
3.
Gangguan
pemenuhan kebutuhan personal hygine berhubungan dengan penurunan kesadaran.
H. INTERVENSI, RASIONAL, IMPLEMENTASI, EVALUASI
|
No
|
Diagnosa Keperawatan
|
Perencanaan
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
||
|
Tujuan
|
Intervensi
|
Rasional
|
||||
|
1.
|
Gangguan
mobilitas berhubungan dengan bed rest total.
Ds : -
Do :
Terdapat luka dekubitus di bagian punggung, mobilitas minimal.
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam dengan kriteria hasil : tidak
memperparah luka yang sudah ada agar otot tidak kaku.
|
- Bantu
klien miring kiri dan miring kanan selama 1 x 2 jam.
- Bantu
klien menggerakkan tangan dan kaki dan bantu mengubah posisi tangan dan kaki.
|
-
Dengan adanya miring kiri dan miring kanan agar tidak memperparah luka
dekubitus di punggung dan lesi.
-
Dengan adanya pergerakkan dapat mencegah kekuatan otot tangan dan kaki.
|
Pada
tanggal 28 April 2013 , pukul
10. 32 WIB, hari sabtu.
-
Membantu klien memposisikan miring kiri dan miring kanan 1 x 2 jam
-
Membantu klien memposisikan tangan di atas bantal sejajar dengan kepala.
|
S : -
O :
Luka dekubitus di punggung masih ada.
A :
Otot - otot tangan dan kaki masih
kaku.
P :
Lanjutkan intervensi.
|
|
2.
|
Gangguan
peningkatan ketidakseimbangan suhu tubuh.
Ds :
Keluarga klien mengatakan klien demam.
Do :
Suhu tubuh klien 38, 6
0 celcius,
klien demam, dan badannya panas.
|
Setelah
dilakukan tindakan selama 1 x 24 jam suhu tubuh klien kembali dengan kriteria
hasil : suhu tubuh mencapai 36, 50
celcius - 37, 5
0 celcius.
|
-
Observasi tanda
- tanda vital
-
Kompres hangat pada kepala.
-
Anjurkan pada keluarga klien untuk membantu memakaikan pakaian yang tipis.
|
-
Mengetahui perkembangan kesetabilan tanda - tanda vital
-
Terjadinya proses konduksi panas pada kain kompres, menurunkan suhu tubuh.
-
Pakaian yang tipis dapat menyerap keringat.
|
Tanggal
28 April 2013, pukul
16. 30 WIB, hari sabtu.
-
Mengobservasi tanda
- tanda vital, dengan suhu tubuh klien mencapai 37, 1 0 celcius.
-
Mengompres hangat kepala klien
-
Menganjurkan pada keluarga klien untuk memakaikan pakaian tipis pada klien.
|
S : Keluarga
klien mengatakan demamnya turun.
O : Suhu tubuh :
37, 10 celcius.
A :
Masalah teratasi.
P : -
|
|
3.
|
Gangguan
pemenuhan kebutuhan personal hygine berhubungan dengan penurunan kesadaran.
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam klien tampak bersih, rapi
dengan kriteria
: badan klien bersih, rambut klien bersih, kuku klien bersih dan panjang.
|
-
Mandikan / waslap
klien.
-
Anjurkan pada keluarga klien untuk mewaslap tubuh klien.
-
Anjurkan pada keluarga klien untuk menggunting kuku klien.
|
-
Menjadikan klien bersih dan memberikan rasa
nyaman.
-
Memberikan rasa segar pada tubuh klien.
- Kuku
klien terbebas dari mikroorganisme.
|
Tanggal
29 April 2013, pukul
07. 00 WIB, hari minggu.
-
Mewaslap klien
-
Menganjurkan pada klien untuk mewaslap tubuh klien.
-
Menganjurkan pada keluarga klien untuk menggunting kuku klien.
|
S
: -
O :
Klien terlihat agak bersih.
A :
Masalah teratasi sebagian
P :
Lanjutkan intervensi.
|
BAB IV
PEMBAHASAN
Dalam pembahasan Asuhan Keperawatan
Pada Ny. Hj. E Dengan Diagnosa Medis Stroke Di Ruang ICU Rumah Sakit Islam Hj. Siti
Muniroh Tasikmalaya, pada tanggal 28 April 2013 melalui pendekatan kesengajaan
secara teori dan kenyataan di lapangan, pembahasan di bahas melalui langkah - langkah
keperawatan sebagai berikut:
A.
Pengkajian
Penulis dapat melakukan pengkajian pada klien dengan
diagnosa medis stroke yang dapat meliputi pengumpulan data, analisa data, dan
penegakan diagnosa keperawatan.
B.
Diagnosa
keperawatan
Menurut tinjauan analisa data pada diagnosa
keperawatan terdapat beberapa masalah di antaranya:
1.
Gangguan
peningkatan ketidakseimbangan suhu tubuh
2.
Gangguan
mobilisasi
3.
Gangguan
pemenuhan kebutuhan personal hygine
C.
Perencanaan
Penulis dapat menyusun rencana tindakan keperawatan
sesuai dengan diagnosa keperawatan yang muncul, situasi dan kondisi di dukung oleh
sikap keluarga dan klien yang kooperator. Perencanaan yang sehat berdasarkan
teori yang di peroleh dari beberapa literatur yang mendukung.
D.
Implementasi
Pada tahap ini penulisan melaksanakan asuhan
keperawatan sesuai dengan perencanaan
yang telah di susun sebelumnya. Banyak faktor yang mendukung terlaksananya
implementasi keperawatan di
antaranya peran keluarga yang
mendukung, tersedianya alat - alat serta adanya bimbingan dari
perawat ruangan, CI ruangan, pembimbing akademik, serta adanya peran dokter
yang menentukan diagnosa menurut medis.
E.
Pelaksanaan
Tindakan keperawatan di laksanakan sesuai dengan
perencanaan yang telah di tetapkan
dengan melibatkan kerjasama klien, keluarga dan tim kesehatan yang lain
dengan menggunakan sarana dan prasarana yang di sediakan oleh institusi
pendidikan yang ada di rumah sakit.
F.
Evaluasi
Penulis dapat mengevaluasi asuhan keperawatan. Evaluasi
di laksanakan secara langsung melalui
observasi / catatan keperawatan yang ada, karena keterbatasan penulis dalam
mengevaluasi asuhan keperawatan maka
penulis menanyakan kepada keluarga dan
perawat ruangan sebagai perkembangan klien dapat di ketahui.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Penyakit stroke adalah penyakit pembuluh darah otak yang ditandai dengan rusaknya
jaringan otak. Ada 2 macam penyakit stroke, yaitu kerusakan jaringan otak
akibat penyumbatan / penyempitan (infark) dan akibat perdarahan pembuluh darah
otak (bleeding).
Penyakit ini ditandai
dengan adanya gejala gejala menurunnya fungsi susunan saraf bisa dibagi 2 jenis
yaitu stroke iskemik (infark) dan stroke hemoragik.
B.
Saran
Kesehatan adalah harta yang paling penting
dalam kehidupan kita, maka dari itu
selayaknya kita menjaga kesehatan dari kerusakan dan penyakit. Dengan cara pola hidup yang sehat dapat mencegah penyakit stroke
tersebut dan hidup terasa lebih nyaman dan indah dengan melakukan pencegahan terhadap
penyakit stroke dari pada kita sudah terkena
dampaknya.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Adib, muhammad cara mudah memahami dan menghindari hipertensi jantung
dan stroke (Yogyakarta, dian loka 2009).
2. http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/04/cara-menghindari-penyebab-stroke-tips.html
(tidak
diterbitkan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar